Pembelajaran Keagamaan dengan Kitab Klasik dalam Pelestarian Budaya Pesantren di Pondok Pesantren Uswatun Hasanah

Authors

  • Muhammad Tolib a:1:{s:5:"en_US";s:69:"Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan";}, Indonesia
  • Erawadi Erawadi Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, Indonesia
  • Sumper Mulia Harahap Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.3724/al-ibroh.v1i02.24

Keywords:

Pembelajaran Kitab Kuning, Budaya Pesantren

Abstract

This study examines the phenomenon of digitalization that affects students' lives, with schools striving to maintain morals through religious education using traditional Islamic texts (kitab kuning) to preserve the pesantren culture. The focus of this research includes: 1) The stages of teaching kitab kuning in the preservation of pesantren culture at Pondok Pesantren Uswatun Hasanah, 2) The strategies for teaching kitab kuning for this purpose, and 3) The implications of this teaching on the preservation of pesantren culture. This research is qualitative with a multisite approach, using in-depth interviews, participant observation, and documentation techniques. The results show that teaching kitab kuning begins with lalaran nadhom, followed by the presentation of material by the teacher according to the lesson plan (RPP), and ends with quizzes and homework. The teaching strategy involves selecting books according to class levels, the qualifications of teachers, and the methods of sorogan, bandongan, and wetonan. The aim of the education is to instill good morals in students, with competency tests and remedial measures for those who have not met the target. The implications of this teaching include the success of the institution in shaping students with good morals and proper worship, thereby ensuring the preservation of pesantren culture in the millennial era.

References

Abu Bakar, M. Yunus, dan Mardiyah Mardiyah. Model Reproduksi Institusi Pesantren Modern dan Salaf di Era Modern. Surabaya: JDS, 2023.

Alfandi, Haryanto, dan Nur Hidayah. Desain Pembelajaran yang Demokratis dan Humanis. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2017.

Choiron, A. H. Pendidikan Islam Inklusif; Aktualisasi Pendidikan Agama dalam Masyarakat Pluralis,. Yogyakarta: Ideas Publishing, 2009.

Daulay, Haidar Putra. Pemberdayaan Pendidikan Agama Islam di Sekolah. Jakarta: Prenada Media, 2016.

Fatoni, Achmad. Metode Pembelajaran Agama Islam. Yogyakarta: Gre Publishing, 2004.

Hakim, Acep Lukmanul. “Pendidikan Karakter Dan Implementasinya Di Pondok Pesantren Modern Assalam Gunung Putri Bogor.” Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam 15, no. 3 (31 Desember 2022): 505–21. https://doi.org/10.32832/tawazun.v15i3.8334.

Hawari, Dadang, HM. Sonhadji, Abdul Jabar, dan Tri Saputrasari. Al-Qur’an Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Jiwa. Jakarta: Dana Bhakti Prima Tosa, 2007.

Mochtar, Affandi. Kitab Kuning & Tradisi Akademik Pesantren. Bekasi: Pustaka Isfahan, 2009.

Napitupulu, Pija, Zulhimma Zulhimma, Subuh Waldohuakbar, dan Barani Harahap. “Pengaruh Strategi Pembelajaran Dan Motivasi Belajar Terhadap Kinerja Siswa Pendidikan Agama Islam SMP Negeri Sibabangun.” Cognoscere: Jurnal Komunikasi Dan Media Pendidikan 2, no. 2 (13 Mei 2024): 10–20. https://doi.org/10.61292/cognoscere.162.

Rahmat, Ali. “Belajar Moderasi Beragama Dari Pesantren.” CENDEKIA 16, no. 01 (23 Maret 2024): 45–62. https://doi.org/10.37850/cendekia.v16i01.614.

Siddik, Dja’far. Konsep dasar Iilmu Pendidikan Islam. Bandung: Citapustaka Media, 2006.

Warsita, Bambang. Teknologi Pembelajaran:landasan dan Aplikasinya. Jakarta: Rineka Cipta, 2008.

Downloads

Published

2025-02-13

How to Cite

Tolib, M., Erawadi, E., & Harahap, S. M. (2025). Pembelajaran Keagamaan dengan Kitab Klasik dalam Pelestarian Budaya Pesantren di Pondok Pesantren Uswatun Hasanah. AL-IBROH: Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Keguruan, 1(02), 118–132. https://doi.org/10.3724/al-ibroh.v1i02.24

Citation Check